FSH UIN Jakarta Gelar Seminar Nasional CLFEST 2026 Bersama MPR RI, Bahas Urgensi PPHN dalam Pembangunan Nasional
BERITA FSH, Teater lt. 2 — Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional bekerja sama dengan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sebagai rangkaian penutupan Constitutional Law Festival (CLFEST) 2026 pada Rabu, 28 Oktober 2026. Mengusung tema “Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN): Menata Arah Pembangunan Nasional Indonesia”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi akademik mengenai arah pembangunan nasional dan penguatan sistem ketatanegaraan.
Seminar dibuka oleh Dekan FSH UIN Jakarta, Prof. Dr. H. Muhammad Maksum, S.H., M.A., M.DC., didampingi Wakil Dekan III, Dr. Kamarusdiana, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Dekan menekankan pentingnya kajian mengenai arah pembangunan bangsa sebagai bagian dari penguatan wawasan dan kepekaan mahasiswa terhadap persoalan ketatanegaraan.
Keynote speech disampaikan oleh Anggota Badan Pengkajian MPR RI, Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. Ia mengajak mahasiswa memaknai momentum Hari Sumpah Pemuda dengan semangat perjuangan dan komitmen untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik.
Diskusi panel yang dimoderatori oleh dosen Hukum Tata Negara FSH UIN Jakarta, Rahmat Ferdian Andi Rosidi, S.H.I., M.H., menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S., Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2015–2018; Prof. Dr. Khamami Zada, S.H., M.A., M.DC., Guru Besar Politik Islam dan Hukum Tata Negara FSH UIN Jakarta; serta Rizqon Halal Syah Aji, Ph.D., Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UIN Jakarta.
Pembahasan mencakup penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembangunan berkelanjutan, kedudukan PPHN dalam sistem ketatanegaraan, serta pentingnya perencanaan ekonomi jangka panjang untuk mewujudkan kemandirian dan pemerataan kesejahteraan.
Melalui seminar ini, FSH UIN Jakarta mendorong mahasiswa untuk memperkuat pemahaman konstitusi dan berpartisipasi kritis dalam diskursus pembangunan nasional. Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai ruang pertukaran gagasan dalam merumuskan masa depan Indonesia yang berkeadilan dan berkelanjutan.








