Yudisium ke-141 FSH UIN Jakarta: Dekan Tekankan Kejujuran dan Kemanfaatan Ilmu bagi Masyarakat
BERITA FSH, Auditorium Harun Nasution — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Yudisium dan Pelepasan Calon Wisudawan ke-141 pada Rabu (9/9/2026). Selain menjadi penanda selesainya pendidikan jenjang sarjana dan magister, momentum ini menjadi ruang refleksi, apresiasi, dan penguatan karakter bagi para lulusan sebelum memasuki jenjang wisuda.
Rangkaian acara diawali dengan sosialisasi Program Magister (S2) dan Doktor (S3) oleh Kaprodi dan Sekprodi S2 serta S3. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh M. Imamul Huda, S.H. (mahasiswa Magister Hukum Keluarga), menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Jakarta, serta doa pembuka. Laporan pelaksanaan yudisium disampaikan oleh Ketua Panitia, Windy Triana, Ph.D., diikuti pembacaan Surat Keputusan (SK) Kelulusan S1 dan S2 serta pengumuman lulusan terbaik oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. Mesraini, S.Ag., S.H., M.Ag.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa, FSH UIN Jakarta memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari setiap program studi dan tingkat fakultas yang diserahkan langsung oleh Dekan beserta jajaran pimpinan. Tak hanya capaian akademik, penghargaan prestasi nonakademik juga diserahkan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Kamarusdiana, M.H. yang di wakilkan oleh ibu Windy Triana, Ph.D.
Suasana haru dan reflektif turut tercipta lewat penayangan video Letter to My Future Self dan One Word for My Journey, disulami penyampaian kesan-pesan oleh Dewi Sekar dari Prodi Hukum Tata Negara (HTN) mewakili calon wisudawan, serta pertunjukan hiburan.
Dalam sesi pengarahan, Dekan FSH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A., M.D.C., mengingatkan para calon wisudawan agar tidak hanya berfokus pada pencapaian karier semata, tetapi juga mengutamakan integritas dan kebermanfaatan nyata bagi publik.
“Orang hebat atau kaya apa pun, kunci kemanfaatannya harus terukur dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Di mana pun kalian berkarier nanti, jadikan kejujuran (as-siddiq) sebagai kunci membangun kepercayaan (trust), serta pegang teguh etika dan tata krama sebagai identitas pembeda lulusan kita,” tegas Prof. Muhammad Maksum.
Sebagai upaya mempererat hubungan alumni dan almamater, agenda dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Alumni, sambutan Ketua Alumni, dan pengumpulan dana alumni. Acara ditutup secara resmi pada pukul 11.03 WIB dan diakhiri sesi foto bersama untuk delapan program studi, yakni Hukum Keluarga, Perbandingan Madzhab, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, Hukum Pidana Islam, Ilmu Hukum, Magister Hukum Ekonomi Syariah, dan Magister Hukum Keluarga.









